wish vs promise

terpaku terlalu lama berspekulasi..
sama saja menyakiti diri sendiri..

setelah segala hal yang telah kau paparkan..
setelah segala macam kejujuran yang kau tulis..
setelah semua jawaban yang telah kau berikan..
setelah semua tabir kegelapan ini terbuka..
dan setelah ratapanku yang tak lagi terdengar..

dari situ aku menyadari..
dari situ aku memahami..
dari situ aku meyakini..
dan dari situ aku memantapkan hati..

aku akan tetap disini, tetap seperti dulu, yang masih mencintaimu..
tapi aku tak ingin tersakiti lebih jauh lagi dan seandainya pun terpaksa harus tersakiti, aku harap itu datang dari dirimu, bukan dari orang lain lagi, karena aku takut, andai ada orang yang tega menyakitiku, sunnatullah akan berbalik padanya, seperti yang terjadi padaku saat ini (mungkin)..
itulah mengapa aku lebih memilih jika harus tersakiti berharap itu datang dari dirimu, Lha kalau aku tersakiti olehmu, sunnatullah akankah sampai padamu..? TIDAK AKAN.. karena aku tak akan pernah membiarkan seorangpun berani menyakitimu..

wish is more delicious than promise..

1 komentar:

  1. bener ktaU. . .Qt tak kan ada sekarang tnpa masa lalu. . .n tak kan pernah bisa memaksa se2orang menghapus masa lalunya. . .

    Jarene. . ."knapa msa lalu tak pernah t'lupakan?"krna ia indah, n knapa msa lalu indah? Karna ada MASA DEPAN YG LEBIH INDAH. . .

    BalasHapus

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...