Bagus dan MahaL

Bagus dan Mahal itu sepertinya memang tidak pernah bisa dipisahkan ya, mereka berdua saya lihat selalu berjalan bersama, kemanapun Mahal pergi pasti disitu ada Bagus, begitupun juga kemanapun Bagus melangkah disampingnya pasti ada Mahal. Saya saja sampai iri dengan kemesraan mereka, begitu mesranya sampai seperti tidak prenah bisa terpisahkan, orang saya dan pacar saya saja tidak sampai semesra itu.

Lebih sedihnya lagi, kemesraan mereka kini ditiru oleh semua perguruan tinggi di Indonesia, perguruan tinggi yang bagus harus mahal, perguruan tinggi favorit harus mahal, perguruan tinggi terbaik harus mahal, perguruan tinggi idaman harus mahal. Ah, mesra sekali Bagus dan Mahal ini, lantas bagaimana rakyat kecil (seperti saya ini) bisa melanjutkan sekolah ke jenjang perguruan tinggi kalau terus-terus diganggu dengan kemesraan Bagus dan Mahal..?

Maklum saya ini hanya anak seorang petani kecil didesa terpencil, boro-boro buat kuliah, untuk menghidupi keluarga saja bapak saya harus memeras keringat, harus membanting tulang, mencarikan uang kesana kemari. Jadi kalau saya saat ini bisa kuliah di Fakultas Ekonomi UII (Universitas Islam Indonesia) yang notabene-nya adalah Universitas yang Bagus dan Mahal, itu semua adalah murni kehendak Tuhan, yang hanya akan diberikan kepada orang yang mau berusaha dan berdoa serta bersyukur atas semuanya. Ya, saya memang harus bersyukur atas itu, menjadi salah satu penerima beasiswa fullstudy dari UII menjadikan saya bisa menimba ilmu disana. Beasiswa Ponpes UII yang disediakan khusus untuk mahasiswa UII (kecuali Fakultas Kedokteran) dengan fasilitas free biaya selama kuliah dan juga bebas biaya tempat tinggal (asrama). Seandainya saja beasiswa itu tidak ada, ataupun saya tidak lolos seleksi masuk, saya tidak pernah berpikir bisa kuliah disana. Bayangkan saja tiap semester mahasiswa harus mengeluarkan uang minimal 4 juta (dibayar 2x angsuran) untuk bisa tetap melanjutkan kuliah diUII, ya kalau bapak saya seorang pejabat tinggi, lha kalau hanya seorang petani, mau dapat uang itu darimana..?

Mahal dan Bagus, dalam ilmu ekonomi saya pernah mempelajari suatu teori yang kalau tidak salah namanya trade-off, seperti juga pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kalau mau cari universitas yang bagus ya harus mahal, kalau mau cari yang murah berarti universitas itu kurang bagus, lebih kasar lagi tidak bermutu, jelek. Jadi orang harus pandai memilih kedua pilihan itu, mahal bagus atau murah jelek, karena sampai saat ini sepertinya Indonesia belum bisa memberikan opsi ke-3, murah bagus.

Sebenarnya ini adalah PR bagi kita semua, bagaimana agar pendidikan di Negara kita ini murah dan bagus, lebih baik lagi gratis, tidak usah bayar, sehingga nantinya yang bisa mengenyam bangku kuliah itu tidak hanya orang-orang yang punya duit banyak, orang-orang miskin dan anak-anak yatim piyatu pun juga bisa kuliah. Kalau masih terus seperti ini, kapan bangsa Indonesia bisa maju, yang miskin tetap saja akan bodoh, yang tidak punya uang tetap saja akan jadi kuli, yang punya uang dan bisa kuliah eh ternyata bisanya hanya korupsi, sama saja.

Bukankah akan jadi indah kalau semua pemuda Indonesia bisa kuliah..? Ya kalau tidak bisa gratis atleast murah lah, sehingga orang-orang miskin di Indonesia ini tidak perlu mikir dua kali untuk menyuruh anaknya kuliah. Kuliah itu wajib hukumnya, seperti wajibnya pendidikan sembilan tahun yang dicanangkan pemerintah.

Memang benar pepatah jawa mengatakan jer basuki mawa bea, semua itu butuh biaya. Tapi kalau kuliah itu bisa gratis, siapa yang tidak setuju..? (artikel ini diikutkan dalam lomba blog uii)

0 footprint:

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...