dari kosong menjadi satu

dua.. satu.. kosong..
dua.. satu.. kosong..

aku, tidak seperti penyair yang lihai buat puisi, beribu-ribu kata bisa tersusun begitu rapi, coba lihat diatas itu hanya ada enam kata, entah bagi orang lain mungkin tidak ada artinya, tapi bagi saya (dan dia) pasti berbeda, enam kata yang bukan hanya enam kata biasa.. enam kata yang telah menjadi saksi tentang perjalanan ini, yang terjal, yang bergelombang, yang naik turun sampai yang lurus mulus pun pernah terlewati..

dua.. satu.. kosong..
dua.. satu.. satu..

sekarang enam kata itu telah berubah, kata terakhirnya bukan 'kosong' lagi, tapi sudah menjadi 'satu', kalau boleh mangambil pelajarannya parlindungan mampaung (dalam buku setengah isi setengah kosong), seseorang seharusnya ber-perspektif gelas itu masih setengah bukan tinggal setengah, perspektif yang sangat jauh berlawanan, padahal hanya berbeda satu kata, jadi sepertinya saya juga harus berkata 'perjalanan ini baru berjalan satu periode' bukan 'perjalanan ini sudah berjalan satu periode'..

sebenarnya, perjalanan berubahnya 'kosong' menjadi 'satu' begitu cepat kalau dirasakan, tapi juga bukan berarti singkat kalau dijalani, terbukti sudah berapa tapak kaki yang tertinggal dijalan-jalan sana.. (mulai dai pantai parang tritis, pantai samas, dieng plateu, puncak suroloyo, bukit bintang, pantai sepanjang, pantai indriani sampai kaliurang)

dua satu kosong
dua ....... ........

berharap setelah 'kosong' lalu menjadi 'satu' itu, selanjutnya masih ada angka-angka yang mau meneruskan perjalanannya, sampai entah berapa lama, bisa jadi selama-lamanya.. ya..

1 komentar:

  1. siiiiiiiiiiiiiiiiipppzz...akhirnya,, adqa lagi yang aku komen2...heheheh

    BalasHapus

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...