al-khoiru wa as-syarru

Pertanyaan yang sering ada dalam benak saya adalah "kenapa seseorang itu mau melakukan kebaikan, kenapa pula seseorang tidak bisa meninggalkan keburukan..?". Padahal kalau dipikir-pikir otak manusia pasti sudah bisa menerima bahwa kebaikan itu "baik" dan keburukan itu "buruk". Tanda kutip dalam kedua kalimat itu saya yakin anda pasti bisa mencernanya.

Ternyata jawabannya baru saya dapatkan ketika kuliah di PP UII malam tadi bersama Pak Mudzoffar. Ada tiga teori yang melandasi kenapa seseorang malkukan kebaikan ataupun meninggalkan keburukan, yaitu:
  1. madzhab as sa'adah as-syahshiyah (dimana seseorang melakukan kebaikan ataupun meninggalkan keburukan itu semata-mata karena kesenangan pribadinya, manfaat yang akan diterima olehnya)
  2. madzhab as sa'adah al-ammah (dimana seseorang melakukan kebaikan ataupun meninggalkan keburukan itu karena didasari atas kebahagiaan/kenyamanan yang dinikmati orang lain, bukan untuk dirinya sendiri)
  3. madzhab al-laqonah wa al-basiroh (dimana seseorang melakukan kebaikan ataupun meninggalkan keburukan itu karena gerakan hati/intuisi/laqonah-nya mengatakan bahwa hal itu memang baik perlu dilakukan, atau hal itu memang buruk perlu ditinggalkan)
Sekian..

1 komentar:

  1. tapi kuliah e kmaren kurang menarik.....ga se "kesruh" biasane....hahaha

    BalasHapus

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...