mengukur kedewasaan seseorang

Apakah anda pernah memikirkan seberapa besar kedewasaan anda..?

Saya punya cerita, suatu saat seorang ibu berkata kepada anaknya (yang kebetulan sangat bandel sekali), ketika itu ada tamu yang sedang berkunjung kerumahnya dan bertepatan dengan anaknya pulang kuliah, ibu itu berkata demikian:
"Nak..!! Kamu memang bandel banget, ini sedang ada tamu sopan sedikit bisa kan..!!"
Sang anak tetap saja tidak menghiraukan apa kata ibunya.
"Dasar anak bandel, mbo ya kasih salam sama tamu ini atau gimana"
"Males ah Bu.." Anaknya membantah.
"Heh, kamu bisa ngertiin ibu ga se, ibu ini sudah capek ngurusin papa kamu, ngurursin kerjaan, ngurusin rumah tangga, ditambah lagi harus ngurusin kamu, mbo ya kamu sedikit pengertian sama ibu..!!

Si tamu yang sedang berkunjung tadi malah tertawa kecil, bisa dikatakan senyum, dan berkata:
"Ibu sama anak ibu tadi lebih dewasa siapa sih..?"
"Ya lebih dewasa saya lah, Pak" Ibu menjawab.
"Ko bisa berkata demikian..?" Si tamu bertanya.
"Ya jelas lah, saya sudah tua umurnya, sedangkan anak saya masih remaja, saya sudah berpengalaman hidup, sedangkan anak saya belum, sudah cukup membuktikan kalau saya lebih dewasa kan..!!"
Si Tamu berkata lagi, "Bu Bu, kalau anda lebih dewasa kenapa harus meminta anak anda ngertiin anda, bukankah seharusnya anda sebagai ibu (yang lebih dewasa) yang harus ngertiin anaknya..?"
Ibu hanya bengong mendengar hal itu..

Kawan, sebenarnya bukan hanya antara ibu dan anak, antara dua orang yang sedang menjalin hubungan, baik pertemanan, percintaan, atau bahkan perkawinan pun demikian. Untuk mengukur siapa yang lebih dewasa tidak bisa dengan umur yang lebih tua, pengalaman hidup yang lebih banyak atau pun gender yang melekat. Dewasa bisa diukur dengan melihat siapa yang lebih ingin memberi pengertian daripada dimengerti, begitu juga ketidak-dewasaan seseorang bisa diukur dengan melihat siapa yang lebih ingin dimengerti daripada memberi pengertian.. Sekian..

0 footprint:

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...