husnu-dzon (positively thinking)

Rosulullah pernah menjelaskan bahwa tingkatan terendah dari ukhuwah, membangun hubungan baik dengan orang lain, adalah husnudzon. Sedangkan tingkatan yang paling tinggi adalah itsar, mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan sendiri. Bahasa lain dari peng-itsar yang sering digunakan adalah altruis.
Adalah husnudzon, sebuah perkara yang kelihatannya mudah tapi ternyata tidak demikian. Wong berprasangka baik kepada orang yang kita kenal dan kita sukai saja masih sangat sulit, apalagi kepada orang yang tidak kita sukai. Yang ada dalam benak kita hanya kejelekan saja, kebaikan yang mungkin pernah Ia lakukan sudah pasti akan ter-automaticly hidden, demikian kalau prasangka buruk memenuhi otak kita.
Sedangkan itsar, yang menurut Rosul merupakan tingkatan yang paling sulit dilakukan dalam mambungun hubungan baik dengan orang lain, mempunyai konsep yang berbanding lurus dengan husnudzon. Yang dimaksudkan adalah mendahulukan kepentingan, keinginan, kebutuhan, atau dll-nya orang lain dari pada k3dll-nya sendiri. Sepertinya akan menjadi hal yang sangat sulit dilakukan untuk ber-itsar, sementara untuk berhusnudzon saja masih belum bisa.
(hanya sebuah pengantar dari makalah yang harus saya buat malam ini)

0 footprint:

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...