sebuah ke'malu'an

ibu: "kamu di UIN masih berapa lama lagi..?"
aku: "ga tau bu, mungkin masih satu tahun lagi"
ibu: "lha kalau sudah selesai di UIN ga bisa langsung kerja ya..?"
aku: "ya ga tau juga bu, kan masih harus menyelesaikan yang satu-nya lagi"
ibu: [hanya terdiam, seperti sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak dapat diungkapkan..]

Beberapa waktu setelah itu, aku (berpikir) miris rasanya kalau teringat percakapan kemarin, ibu dengan tanpa sengaja memberiku sebuah peringatan, bahwa aku sudah besar bahkan tua, sudah tidak pantas lagi meminta rizki yang diberikan oleh tuhan lewat tangannya, aku sudah harus menjemputnya sendiri..

Maklum, aku bukan berasal dari keluarga yang serba ada, bapak dan ibu juga hanya bapak dan ibu biasa, layaknya keluarga yang lain anak-anak seumuranku sudah pandai bekerja, bapak dan ibu mereka sudah bisa bernafas lega, karena beban membiayai anaknya sudah sirna..

Aku tahu semua itu ibu, aku tahu kau sudah lelah, andai aku sudah bukan menjadi beban-mu lagi, aku tahu kau pasti bungah. 21 tahun sudah kau mencarikan rizki-ku yang diberikan tuhan, dimanapun itu kau temukan, kau tidak pernah sama sekali 'urik', kau berikan semua itu kepadaku..

Malu, sepertinya rasa itu sudah mulai benar-benar hinggap di diriku, aku malu sampai saat ini aku belum bisa menjemput rizki-ku sendiri.. Mari bangkit kawan..!!

5 komentar:

  1. suka dengan kalimat "bahwa aku sudah besar bahkan tua" hihihi, akhirnya simbah ini nyadar...:D:D..


    so...selamat menjemput kehidupan "baru" yo.....

    BalasHapus
  2. ternyata nduwe isin juga yo kowe thun......mulakno jo pacaran wae.....mbojo kuwi nekakke rizki lho.......hahahahahaa

    BalasHapus
  3. iki komen ko koyo lokomotif karo gerbong, wis aku dadi masinis'e wae.. haha

    aan: sadare wiss suwe jane, gur lg tak tulis.. he
    boyo: sejenak terlihat ambigu komenmu, tp akhire ketmu, yo terminologi mbojo karo pacaran memang berbeda.. haha

    BalasHapus
  4. kita tidak akan malu kalau saja kita sudah bangkit dari dahulu,, so semangat kawan,, jemput rezekimu,, secepatnya

    BalasHapus
  5. aheeeemmmmm....g eneng kiasan sing luwih romantis po?? kok yo lokomotif lho....

    BalasHapus

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...