belum ada judul

Jogja pagi ini masih mendung, mentari sama sekali belum berani menampakkan diri, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 seharusnya sudah agak panas, tapi maklum sekarang baru bulan Desember, kata orang jawa sedang menginjak masa gedhe-gedhene sumber, alias bulan yang banyak hujannya.
Seperti biasa aku dengan segala yang ada disekitarku masih sibuk sendiri-sendiri, empat lampu indikator di laptop kecilku masih menyala kelap-kelip, secangkir kopi disamping laptop itu juga masih saja setia menebarakan aroma khas ABC Mocca membuatku tergoda me-nyrutup-nya, sementara tema musik kali ini yang sedang mengalun di Sound-ku agak mellow, kebetulan stasiun radio yang tuned sedang memutarkan lagunya So7, 'sebuah kisah klasik untuk masa depan', tepat dengan suasana pagi ini yang juga agak mellow.
Sedangkan aku, sembari jemariku mengetuk-ngetuk keyboard laptop kecil itu, pikiranku terbang entah kemana, masih kebingungan menginterpretasi mimpi semalam, mimpi yang tidak seharusnya aku hiraukan, tapi aku akui tampak seperti begitu nyata.
***
"Nak, malam ini kamu jangan kemana-mana ya, keluarga Fila akan datang" kata Ibuku sambil menstater motor mau berangkat ke pasar sendirian, memang tidak mau aku antar
"Jam berapa bu?" Aku tanya lagi pada Ibu sebagai bentuk penghormatan saja sebenarnya, sementara mataku masih tertuju ke televisi 17' di depanku
"Ya mungkin sekitar jam 8 malam, sekarang baru mau berangkat dari Mojokerto"
"Ya deh bu"
Malas aku melanjutkan percakapan itu, untung saja ibu keburu pergi kepasar, kalau enggak pasti nanti berlanjut kemana-mana. (Bersambung)

0 footprint:

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...