Tiga [3] eM

Manusia hidup menurut garis yang telah digambarkan Tuhannya, mereka diolah sedemikian rupa sehingga akhirnya menjadi makhluk yang bermacam-macam, tuhan menjadikan mereka min dzakarin wa untsa, tuhan juga menjadikan mereka syu'uban wa qobailan. Tanpa mengurangi tujuan lita'arofu yang tertulis setelahnya, saya ingin memberikan gambaran bahwa dalam prosesnya nanti manusia akan mengalami benturan-benturan satu sama lain, keinginan seseorang akan selalu bertemu dengan keinginan orang lain yang berbeda, ada hak yang boleh dituntut dan ada kewajiban kewajiban yang harus dilakukan.
Apabila disana tidak ada unsur saling mengerti satu sama lain, maka yang akan terjadi adalah konflik. Konflik akan menyalahi manusia satu dan memenangkan manusia yang lain. Islam sebenarnya sudah mengajarkan bagaimana me-resolusi konflik dengan sangat demokratis, terutama berhubungan dengan konflik antara diri kita sendiri dengan orang yang dalam tanda kutip menyalahi kita. Berikut ini penjelasannya:
-Memaafkan. Hal pertama menjadi sesuatu yang paling berat, apabila kita tidak bisa memaafkan kesalahan orang lain maka jangan harap bisa melangkah ke tahap selanjutnya.
-Mendoakan. Dalam kaidah kedua ini Islam mengajarkan untuk selalu menebarkan kebaikan, bahkan untuk orang yang menyalahi kita sekalipun. Cara yang paling mudah adalah dengan mendoakannya, berat untuk dilakukan tapi bkan berarti tidak bisa kan.
-Memintakan Maaf. Cobalah untuk bisa memintakan maaf atas kesalahan orang lain, walaupun kesalahan itu dilakukan kepada kita, tuhan pasti akan sangat senang mendengarnya bila hambaNya sudah ada yang bisa mencapai titik ini.

Lucu sebenarnya, bagaimana bisa orang yang menyalahi kita sudah harus dimaafkan (sudah berat lho ini) kemudian didoakan (tambah berat ini) masih juga dimintakan maaf kepada Tuhan atas kesalahan yang mereka lakukan kepada kita sendiri (apa ga gila itu namanya). Tapi ya itulah yang diajarkan, tinggal kita sendiri mampu melakukan atau tidak. Bukan mampu sebenarnya (ding) tapi mau atau tidak. Sekian

0 footprint:

ku tak tau apa isi hatimu, so bicaralah...